Jumat, 13 Januari 2012

PENGARUH AL-QUR'AN TERHADAP MANUSIA


 “ Dan Apabila dibacakan Al-Qur’an , maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (QS. Al-A’raaf : 204).
Penelitian hebat para ilmuwan islam ternama yang saat ini sering diperbincangkan adalah karya Harun Yahya. Salah satu penelitian yang sangat fenomena yaitu mengetahui dampak Al-Qur’an terhadap manusia, yang mengacu berdasarkan hadits di atas. Dampak yang ingin dilihat dalam penelitian apakah bacaan Al-Qur’an berpengaruh pada faktor biolgis, kejiwaan, atau kedua-duanya, biologis dan kejiwaan manusia.
Peralatan dan kriteria uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa seperangkat alat elektronik dan komputer serta beberapa kelompok manusia dengan kriteria :
1.     Muslim yang bisa berbahasa arab
2.    Muslim yang tidak bisa berbahasa arab
3.    Non islam yang tidak bisa berbahasa arab
Penelitian ini ingin mengetahui dan sekaligus melakukan pengukuran jika memungkinkan, apakah terdapat gejala-gejala perubahan fisiologis saat mendengar bacaab Al-Qur’an atau tidak.
Pengujian ini dilakukan dengan mendengar beberapa bacaan ayat Al-Qur’an dalam bahasa arab dan kemudian dibacakan terjemahannya dalam bahasa inggris. Hasilnya 97 % menunjukkan adanya perubahan setelah mendengar bacaan Al-Qur’an. Dampak yang terjadi adalah adanya perubahan fisiologis yang ditunjukkan dengan menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara sprontanitas. Selanjutnya hasil penelitian di presentasikan pada sebuah muktamar tahunan ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian utara yang diadakan di kota Sant Louis Wilayah Mizore, Agustus 1984.
Tidak sampai hanya pada mendengar bacaan Al-Qur’an, tetapi lebih jauh lagi dengan dengan menggunakan metode berbeda yaitu mendengarkan kata “akbar” dengan bahasa arab dan menggunakan bahasa Al-Qur’an dengan tujuan untuk membuktikan asumsi bahwa “kata-kata dalam Al-Qur’an memiliki pengaruh fisiologis sendiri hanya bila didengar oleh orang yang memahami Al-Qur’an. Hasilnya 65 % pengaruh percobaan bacaan Al-Qur’an menunjukkan bahwa energi listrik yang ada pada otot lebih banyak turun yang ditunjukkan pada monitor, 33 % berpengaruh pada bacaan selain Al-Qur’an.
Pembahasan hasil penelitian dan kesimpulan penelitian sudah terlihat jelas bahwasanya Al-Qur’an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. Oleh karena itu ketegangan saraf akan berpengaruh pada organ-organ tubuh lainnya, yang dimungkinkan terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antar saraf otak dan otot. Sehingga dampak dari ketegangan saraf ini akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, dimana tubuh akan kembali stamina untuk menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Dan hal ini sesuai dengan keadaan penyakit tumor otak dan kanker otak.
Hasil penelitian terhadap pengaruh kalimat-kalimat Al-Qur’an ini menunjukkan bahwa begitu besarnya peran kalimat-kalimat Al-Qur’an terhadap tubuh manusia, apalagi bila disertai dengan mengetahui maknanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar